Pembangkit Listrik Tenaga Surya


Pembangkit tenaga listrik surya merupakan pembangkit listrik yang mengubah energi surya (cahaya matahari) . Energi surya ini memanfaatkan  radiasi elektromagnetik  cahaya matahari yang dikonversikan oleh sel surya (sollar cell) yang akan menjadi energi listrik.

Sel surya dibuat pertama kali pada tahun 1883 oleh Charles Fritts, Sel surya merupakan alat semi konduktor pengantar aliran listrik yang dapat mengubah energi surya meenjadi bentuk energi listrik .

Energi yang dihasilkan oleh sel surya berupa energi  listrik DC (Direct Curret) arus searah , untuk dapat menghasilkan listrik arus bolak balik atau AC (alternating current) maka diperlukan Inverter.

Untuk mendapatkan arus listrik yang besar maka sel surya perlu di gabungkan dengan sel surya yang lainnya,  hingga menjadi bentuk sebuah modul surya. Bila modul surya ini bila digabungkan dengan modul yang lainnya maka  akan membentuk sebuah panel surya.

Untuk mendapatkan energi yang lebih besar lagi panel surya dapat digabungkan lagi dengan panel surya lainnya, dan dihubungkan ke inverter,charger controller dan baterai makan akan menjadi pembangkit listrik tenaga surya atau di sebut PLTS atau disebut Photovoltaic Array.

Pembangkit listrik tenaga surya bisa dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung menggunakan photovoltaic yang mengubah secara langsung energi cahaya menjadi listrik menggunakan efek photoelektrik.

Dan secara tidak langsung yaitu dengan pemusatan energi surya dengan menggunakan lensa atau cermin untuk memfokuskan energi matahari ke satu titik panel surya.
PLTS terbilang energi terbarukan karna dapat diperbarui dan tidak bergantung dengan energi fosil yang persediaan yang terbatas.

Baca juga : Macam-Macam Jenis Energi

Sebagai negera khatulistiwa, tenaga surya telah dipandang sebagai sumber energi alternatif yang bersih dan ramah lingkungan. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan tambahan listrik sebesar 539,76 Megawatt berasal dari sumber energi baru dan terbarukan pada 2017.

Ada berapa pembangkit listrik tenaga surya yang sudah terpasang di indonesia diantaranya :

1. PLTS di Desa Oelpuah kecamatan Kupang tengah, Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas 5 MWp.
2. PLTS di Kabupaten Karangasem, Bali dengan kapasitas 1 MW.
3. PLTS di Kabupaten Bangli, Bali dengan kapasitas 1 MW.
4. PLTS di Pulau Medang, Sekotok, Moyo, Bajo Pulo, Maringkik, dan Lantung dengan kapasitas 900 kWp.
5. PLTS Morotai (Maluku Utara) dengan kapasitas 600 kWp.
6. PLTS di Pulau Gili Trawangan (NTB) berkapasitas 600 kWp.
7. PLTS Solor Barat (Kab. Flores Timur, NTT) dengan kapasitas 275 kWp.
8. PLTS Nule (Kab. Alor, NTT) dengan kapasitas 250 kWp.
9. PLTS Kabaena (Sulawesi Tenggara) dengan kapasitas 200 kWp.
10. PLTS Pura (Kab. Alor, NTT) dengan kapasitas 175 kWp.
11. PLTS di Pulau Gili Air (NTB) dengan kapasitas 160 kWp.
12. PLTS Raijua (Kabupaten Sabu Raijua, NTT) dengan kapasitas 150 kWp.
13. PLTS Pulau Panjang (Maluku) dengan kapasitas 115 kWp.
14. PLTS Manawoka (Maluku) dengan kapasitas 115 kWp.
15. PLTS Kelang (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
16. PLTS Banda Naira (Maluku) (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
17. PLTS Tioor (Maluku) (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
18. PLTS Kur (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
19. Kisar (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
20. PLTS Wetar (Maluku) dengan total kapasitas 100 kWp.
21. PLTS Pulau Tiga (Maluku) dengan kapasitas 75 kWp.
22. PLTS di Pulau Gili Meno (NTB) dengan kapasitas 60 kWp.

Kelebihan  dari  PLTS :
Mengurangi biaya listrik dalam jangka panjang
Tidak bergantung dengan energi fosil seperti batubara
Ramah lingkungan dan Mengurangi pemanasan global polusi dll.
Tidak akan pernah habis.

Kekurangan dari PLTS :
1. Membutuhkan biasa investasi yang Mahal .
2. Membutuhkan lahan yang luas.
3. Bergantung denga panas matahari.
4. Tidak dapat gunakan pada malam hari, (harus menggunakan baterai).

Sekian pembahasan pembangkit listrik tenaga surya kali ini, Terima Kasih.

Share this

Berlangganan via email

Related Posts

Previous
Next Post »