Showing posts with label Panel Surya. Show all posts
Showing posts with label Panel Surya. Show all posts

Panel Surya Renewable Energi yang ramah terhadap lingkungan?


Panel surya merupakan Renewable energi (energi terbarukan) yang berasal dari panas surya/matahari yang dapat menghasilkan energi listrik. Panas surya ini dikonversikan oleh cell surya atau solar cell yang terdiri dari bahan semi konduktor sehingga dapat menghasilkan arus listrik yang masih bertegangan rendah. 

Solar cell ini masih menghasilkan arus listrik yang kecil berupa arus DC (dirrect curret) agar mendapatkan arus listrik yang besar maka sel surya ini disusun dengan sel surya lainnya, sehingga akan menjadi sebuah modul surya. Modul surya tersebut dapat  digabungkan secara paralel maupun seri dengan beberapa modul lainnya. sehingga akan membentuk sebuah panel surya yang mampu menghasilkan energi listrik yang lumayan cukup besar. Biasanya Panel surya ini disebut juga Photovoltaic yang dapat diartikan sebagai "cahaya listrik".  

Panel surya ini sudah mulai banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat setiap tahunnya. sehingga PT. Perusahan Listrik Negara (PT.PLN) berupaya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat agar mampu memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri. Pembangkit listrik tenaga surya disebut juga dengan Photovoltaic Array.

Pembangkit listrik tenaga surya dapat dilakukan dengan dua metode yaitu dengan menggunakan panel surya yang langsung terpapar dengan radiasi matahari, sehingga panel surya dapat mengubah secara langsung energi surya menjadi energi listrik dengan menggunakan efek photoelektrik.

Dan metode kedua adalah secara tidak langsung yaitu dengan pemusatan energi matahari ke panel surya dengan menggunakan lensa atau cermin untuk memantulkan energi matahari hingga tepat mengenai panel surya sehingga dapat menghasilkan energi listrik.

Energi surya ini merupakan energi terbarukan yang dapatkan dikatakan energi yang ramah terhadap lingkungan yang sudah mulai dimanfaatkan oleh berbagai negara. Selain ramah terhadap lingkungan panel surya juga tidak mengeluarkan emisi yang dapat merusak dan mencemari lingkungan. energi surya ini diharapkan mampu sebagai energi alternatif yang dapat mengurangi penggunaan energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi, dikarnakan stok cadangan energi fosil yang mulai menipis yang disebabkan penggunaan dan permintaan energi yang terus meningkat setiap tahunnya.

Energi fosil merupakan energi yang tidak dapat diperbarui yang  berasal dari makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan yang telah mati ratusan tahun yang lalu. Dengan melalui proses alam dan pembusukan maka energi fosil ini terendapkan didalam tanah dan akan menjadi berupa minyak bumi, gas alam, dan batu bara. energi fosil ini energi yang tidak ramah terhadap lingkungan disebabkan mengeluarkan emisi CO2 yang dapat merusak lingkungan maupun lapisan ozon sehingga menyebabkan gas rumah kaca (GRK) atau global warming .

meskipun energi fosil menyebabkan pencemaran lingkungan namun energi fosil terus dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk menjalankan berbagai macam aktifitas. namun ketergantungan pada energi fosil ini mulai dialihkan secara perlahan-lahan dengan penggunaan energi terbarukan yang terus ditingkatkan seperti menggunakan energi biomassa, angin, air, nuklir, panas bumi dan matahari.

penggunaa energi matahari atau surya kini mulai banyak kita temukan disekitar kita, seperti power bank tenaga surya, mobil listrik tenaga surya, hingga pesawat terbang yang mulai dikembangkan dengan menggunakan tenaga surya dan juga bisa kita temui di beberapa atap-atap gedung maupun rumah yang telah dipasang panel surya.

Baca juga : Jenis dan bahan dari sel surya

Bagaimana Cara kerja panel surya menghasilkan listrik???

Pada dasarnya cara kerja panel surya tidak terlalu membutuhkan panas matahari yang sangat kuat untuk menghasilkan energi listrik. Panel surya akan mulai menghasilkan listrik ketika partikel cahaya matahari mengenai permukaan cell surya yang berupa semikonduktor yang tersusun dari 2 jenis semikonduktor yaitu dengan jenis n (negatif) dan jenis p (positif).

Semikonduktor jenis n memiliki kelebihan elektron sehingga  bermuatan negatif, sedangkan semikonduktor jenis p memiliki kelebihan hole sehingga kelebihan ini bermuatan positif. 

jika dua jenis semikonduktor n dan p digabungkan akan membentuk sambungan p-n, hal ini maka akan terjadi perpindahan elektron-elektron dari semikonduktor n menuju semikonduktor p dan sebaliknya perpindahan hole dari semikonduktor p menuju semikonduktor n. perpindahan elektron n maupun hole hanya sampai pada jarak tertentu.

elektron dari semikonduktor n akan bersatu dengan hole (p) yang akan menyebakan jumlah hole pada semikonduktor p akan berkurang sehingga daerah ini akan berubah menjadi lebih bermuatan negatif, dan pada saat yang sama hole (p) akan bersatu dengan elekton (n) yang akan mengakibatkan jumlah elekton akan berkurang sehingga lebih bermuatan positif.

daerah negatif dan positif ini disebut juga dengan daerah deplesi depletion region) ditandai dengan huruf W. elektron dan hole yang ada pada daerah deplesi disebut pembawa muatan minoritas (minority charge carriers) karena perbedaan jenis semikonduktor. perbedaan muatan positif dan negatif pada daerah deplesi maka akan timbul medan listrik internal E 

pada sambungan p-n akan terjadinya proses konversi cahaya matahari menjadi energi listrik, untuk panel surya semikonduktor n berada pada lapisan atas sambungan p yang mengenai cahaya matahari yang dibuat jauh lebih tipis dari semikonduktor p sehingga cahaya matahari dapat mengenai permukaan sel surya dapat terserap dan masuk ke daerah deplesi sehingga menghasilkan energi listrik.

Proses konversi matahari 

Panel surya yang telah menghasilkan listik akan disambungkan ke charge controller, inverter dan baterai sebelum ke beban atau keperalatan listrik.

  • Charge controller digunakan untuk mengatur arus listrik searah (DC) dari panel surya untuk pengisian baterai, sehingga menghindari overcharging maupun overvoltage. charge controller juga mampu  memonitoring temperatur baterai agar dapat  memperpanjang umur baterai.

ada dua jenis charge controller yang telah digunakan yaitu PWM (Pulse wide modulation), dan MPPT (Maximun power point tracker).

  • Inverter ini digunakan untuk mengubah tegangan DC dari panel surya ataupun baterai/aki menjadi tegangan AC agar dapat digunakan dalam peralatan listrik rumah tangga.

  • Baterai ini digunakan untuk menyimpan energi listik yang dihasilkan sehingga peralatan listrik dapat digunakan pada malam hari, disebabkan panel surya tidak dapat menghasilkan energi listik pada saat malam hari. 
Skema sistem Pembangkit listrik tenaga surya


Manfaat panel surya 

1. panel surya tidak mengeluarkan polusi, suara, dan ramah terhadap lingkungan.

2. panel surya dapat bertahan 15 - 25 dalam pemakaian.

3. menghemat pengeluaran setelah balik modal investasi.

4. sebagai energi alternatif ketika listrik pln mati dengan menggunakan baterai.

5. tidak bergantung pada energi fosil.

kekurangan panel surya

1. biaya investasi awal dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya cukup mahal .

2. menggunakan baterai yang mesti diganti setiap 3 - 5 tahun sekali bila sistem offgrid.

3. tidak cocok digunakan untuk peralatan listrik yang berdaya watt besar.

4. sangat bergantung pada matahari dan membutuhkan tempat yang luas.

5. perlu dibersihkan dan maintance secara berkala.

6. biaya balik modal invetasi cukup lama namun untung ketika telah balik modal.

Berapa harga panel surya?

Untuk harga panel surya bermacam-macam harga, tergantung dari speksifikasi dari panel surya tersebut. 

saat ini harga panel surya mencapai 1 dollar AS per Watt peak (WP), hal ini masih tergolong mahal loh.  

Bagaimana cara permohonan pemasangan PLTS?

Untuk permohonan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya Atap dapat diliat pada gambar dibawah :

Cara permohonan Pemasangan PLTS Atap.

Dengan adanya Panel surya ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik umat manusia, pada zaman sekarang ini kebutuhan listrik sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat terpisahkan oleh kehidupan manusia. sehingga panel surya tentu pilihan yang sangat menarik untuk memenuhi kebutuhan listrik, selain ramah terhadap lingkungan panel surya juga energi terbarukan yang dapat diperbarui. 

Thanks.

Panel Surya Berdasarkan Jenis Sel Surya

SEL SURYA
Pada umunya panel surya terbagi atas 3 golongan yaitu polycrystal silicon, mono crystal silicon dan thin film solar cell.  Untuk mengetahui lebih jelas mari kita bahas satu persatu.

Artikel terkait : Jenis dan bahan dari sel-surya

1. Polycrystaline silicon (Poly-Si)
Polycrystaline silicon,  adalah panel surya yang memiliki susunan kristal acak. Jenis ini terbuat dari beberapa batang kristal silikon yang dilebur / dicairkan kemudian dituangkan dalam cetakan yang berbentuk persegi. Polycrystal silicon ini diperkenalkan ke pasaran pada tahun 1981. Polycrystalline tidak memerlukan proses Czochralski.

Source image : Enegi surya
Proses Pembuatan: Sel surya Polycrystaline silicon 

Proses Czochralski yaitu adalah proses pemurnian suatu bahan dengan cara pengkristalan, bahan yang akan di kristalkan dimasukan ke dalam tempat yang sulit bereaksi dengan zat lain seperti quartz dan gas mulia argon.

Contoh dari proses ini adalah pemurnian silikon yang nantinya akan dibuat seperti wafer untuk Integrated circuit (IC). Silikon yang akan dimurnikan dengan mengkristalkannya diletakkan di dalam tempat dari quatz dan dilelehkan.

Sebuah silinder yang ujungnya terbuat dari kristal silikon murni dicelupkan kedalam lelehan silikon yang belum murni. Dan di putar dengan sangat pelan ke arah atas yang dengan suhunya lebih dingin dan pengkristalan akan terjadi dengan sempurna.

Polycystalline silicon menggunakan teknik pengecoran, type ini memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis monokristal. Tingkat efisinsi dari Polycrystaline silicon  sekitar 13% – 20% . Nilai tersebut merupakan angka yang cukup tinggi untuk teknologi yang digunakan sekarang, untuk meningkatkan efisiensi tentu membutuhkan biaya yang mahal dan teknologi yang sangat canggih. Sel surya jenis ini memiliki efisiensi lebih rendah dibandingkan type monokristal, sehingga memiliki harga yang cenderung lebih rendah.


2. Mono Kristal (Mono-crystalline)
Mono (Mono-crystalline), Merupakan panel surya yang paling efisien yang dihasilkan dengan teknologi terkini & menghasilkan daya listrik tinggi. Sel surya mono- crystalline dibuat menggunakan crystall silicon murni yang sudah melalui proses Czochralski yang hasilnya adalah Ingot.
Ingot kemudian diiris tipis – tipis. Sehingga akan berbentuk bundar/lingkaran, bentuk tersebut merupakan hasil dari proses Czochralski.
Proses pembuatan Sel Surya MonoCrystaline dengan cara Czochralski

Warna monocrystal silicon juga lebih gelap dari polycrystal. Pembuatan solar cell monocrystalline Silicon ini tergolong rumit dan memakan biaya produksi yang mahal, sehingga harga jualnya pun juga lebih tinggi.mono- crystal silicon ini memiliki kelebihan dibanding jenis solar cell yang lain.

Alat ini di dirancang untuk penggunaan yang memerlukan konsumsi listrik besar pada tempat-tempat yang beriklim tropis dengan kondisi alam yang sangat extrem. Memiliki efisiensi sampai dengan 20-30%. Kelemahan dari panel ini tidak berfungsi dengan baik ditempat yang cahaya mataharinya kurang, efisiensinya tidak maksimal ketika dalam cuaca yang berawan.

3.Thin Film Solar Cell (TFSC) 
Thin Film Solar Cell, Merupakan panel surya yang terdiri dari dua lapisan yang dibuat dengan menambahkan satu atau lebih lapisan tipis, atau Thin Film bahan photovoltaic ke dalam substrate seperti kaca, plastik atau metal

Dengan struktur lapisan tipis mikrokristal-silicon dan amorphous dengan efisiensi modul hingga 8.5% daya yang dihasilkan lebih besar daripada monokristal & polykristal. Inovasi terbaru adalah Thin Film Triple Junction PV (dengan tiga lapisan) dapat berfungsi sangat efisien dalam udara yang sangat berawan dan dapat menghasilkan daya listrik sampai 45% lebih tinggi dari panel jenis lain

Beberapa Thin Film Photovoltaic (TFPV) yang di komersial menggunakan campuran teknologi Cadmium Telluride (CdTe), Copper Indium Gallium Diselenide (CIGS), dan Amorphous Silicone dan thin-film silicon (a-Si, TF-Si). Jenis sel surya ini mempunyai kerapatan atom yang rendah, sehingga mudah dibentuk dan dikembangkan ke berbagai macam ukuran dan potongan sul surya ini dapat diproduksi dengan biaya yang lebih murah.

Ketebalan film bervariasi dari beberapa nanometer hingga puluhan micrometer, Lebih tipis dibandingkan saingannya solar cell  konvensional generasi pertama yang menggunakan kristal silicon (c-Si) yang berasal dari wafer Silicone dengan ketebalan hingga 200 mikrometer.

Dengan ketebalan yang sangat tipis, hal tersebut memungkinkan TFPV menjadi fleksibel dan memiliki berat yang lebih ringan, biasanya jenis solar cell ini banyak digunakan pada kalkulator, jam tangan, dan peralatan elektronika lainnya yang tidak membutuhkan daya yang besar.

Berdasarkan materialnya, Jenis-jenis sel surya digolongkan berdasarkan teknologi pembuatannya. Secara garis besar sel surya thin film ini digolongkan menjadi:

a. Amorphous Silicon (a-Si) Solar Cells.
Sel surya dengan bahan Amorphous Silicon ini, awalnya banyak diterapkan pada kalkulator dan jam tangan. Namun seiring dengan perkembangan teknologi pembuatannya penerapannya menjadi semakin luas. Dengan teknik produksi yang disebut "stacking" (susun lapis), dimana beberapa lapis Amorphous Silicon ditumpuk membentuk sel surya, akan memberikan efisiensi yang lebih baik antara 6% - 8%. Amorphous Silicon, bahan yg murah dengan karakteristik yang fleksibel

b. Cadmium Telluride (CdTe) Solar Cells.
Sel surya jenis ini mengandung bahan Cadmium Telluride yang memiliki efisiensi lebih tinggi dari sel surya Amorphous Silicon, yaitu sekitar: 9% - 11%. Cadmium Teluride (CadTel) Campuran Cadmium sangat sensitif dalam merespon spectral dan irradian matahari

c. Copper Indium Gallium Selenide (CIGS) Solar Cells.
Dibandingkan kedua jenis sel surya thin film di atas, CIGS sel surya memiliki efisiensi paling tinggi yaitu sekitar 10% - 12%. Selain itu, jenis ini tidak mengandung bahan berbahaya Cadmium seperti pada sel surya CdTe. CIGS (Cupper Indium Diselinide) bahan ini sangat lentur dan efsiensinya cukup baik, thin film tebalnya 800 nanometer sampai 1 micro meter.

Teknologi produksi sel surya thin film ini masih terbilang baru, masih banyak kemungkinan  akan lebih berkembang di masa yang datang. biaya produksi yang murah serta bentuknya tipis, ringan dan fleksibel sehingga dapat digunakan dimana saja.

Sel Surya merupakan teknologi yang relatif baru, efisiensi tertinggi masih berada diangka 44,7% yang ditemukan oleh the fraunhofer institute Solar Energy Systems ISE, Soitec, CEA-Leti and the Helmholtz Center Berlin  Perkembangan teknologi tenaga surya berkembang dengan cepat. kelak di masa akan datang pengguna energi tenaga surya akan digunakan secara besar-besaran untuk mengurangi dampak pengguna energi fosil yang tidak ramah lingkungan.

Artikel Terkait : Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Indonesia

Thanks.

Source Image: Sel Surya Mono Crystaline 
Http://people[dot]seas.harvard.edu/~jones/es154/lectures/lecture_2/materials/materials.html

Jenis dan bahan dari sel surya


PV (Photovoltaic) terdiri dari beberapa susunan sel surya (Solar Cells) yang berfungsi untuk menyerap sinar matahari yang akan dikonversikan langsung menjadi arus listrik.

Beberapa negara sudah mulai mengembangkan dan meningkatkan efesiensi sel surya untuk dimasa yang akan datang  seperti Jerman, Belanda dan beberapa negara maju lainnya. Efisiensi sistem photovoltaic bervariasi menurut jenis bahan semikonduktor dan teknologi sel photovoltaic.

Efisiensi sel photovoltaic yang paling banyak tersedia berkisar antara 5% sampai 15%. Periset di seluruh dunia berusaha mencapai efisiensi yang lebih tinggi.

Sel PV adalah blok bangunan dasar dari sistem PV, Sel individu dapat bervariasi dalam ukuran dari sekitar 0,5 inci sampai sekitar 4 inci.Namun, satu sel hanya menghasilkan 1 atau 2 Watt, yang hanya cukup listrik untuk keperluan kecil.

Sel Surya ini memiliki kutub Positif dan kutub Negatif yang terhubung ke rangkaian atau perangkat yang memerlukan sumber listrik dan daya yang dihasilkan berupa DC (direct current).

Source image : NEED (National Energy Education Development Project)

Kini sel surya telah banyak yang digunakan untuk memudahkan bermacam kebutuhan hidup manusia seperti power bank, kalkulator, Mainan, mobil listrik dan pembangkit listrik tenaga surya.

Baca juga : Pembangkit listrik tenaga surya di indoensia

Sel photovoltaic ini merupakan sebuah alat semikonduktor yang disusun seri dan paralel yang terbuat dari bahan silicon. Ada berbagai macam bahan semikonduktor yang berbeda yang digunakan dalam sel surya.

1.Silicon
Silikon adalah, sejauh ini, bahan yang paling umum digunakan dalam sel surya, hampir sekitar 90%. Sel silicon kristalin terbuat dari atom silicon yang saling terhubung satu sama lain untuk membentuk kisi kristal.Kisi ini menyediakan struktur terorganisir yang membuat konversi cahaya menjadi listrik lebih efisien.

Sel surya yang terbuat dari silikon saat ini memberikan kombinasi efisiensi tinggi, biaya rendah, dan umur yang panjang.  Modul diharapkan berlangsung selama 20- 25 tahun atau lebih.
adapun jenis silicon yang digunakan yaitu Monocrystalline silicon , Multicrystalline silicon dan ribbon silicon.

2.Thin-Film Photovoltaics
Sel surya film tipis dibuat dengan menyimpan satu atau beberapa lapisan tipis bahan PV pada bahan pendukung seperti kaca, plastik, atau logam. Ada dua jenis utama semikonduktor PV film tipis yang ada di pasaran saat ini: kadmium telluride (CdTe) dan tembaga indium gallium diselenide (CIGS).

Kedua bahan tersebut dapat disetorkan langsung ke bagian depan atau belakang permukaan modul.
CdTe adalah bahan PV kedua yang paling umum setelah silikon dan memungkinkan proses pembuatan berbiaya rendah. Meskipun hal ini menjadikan mereka alternatif yang hemat biaya, efisiensinya tetap tidak setinggi.

Sel CIGS memiliki sifat elektronik dan optik yang menguntungkan, CdTe dan CIGS membutuhkan perlindungan lebih dari silikon untuk mengaktifkan operasi jangka panjang di luar ruangan.

Artikel lain : Macam - Macam Jenis Energi

3. Photovoltaic Organik
PV Organik, atau OPV, sel terdiri dari polimer kaya karbon dan dapat disesuaikan untuk meningkatkan fungsi spesifik sel, seperti kepekaan terhadap jenis cahaya tertentu. Teknologi ini memiliki potensi teoritis untuk menyediakan listrik dengan biaya lebih rendah daripada teknologi silikon atau film tipis.

Sel OPV hanya sekitar setengah seefisien kristal silikon dan memiliki daya tahan operasi yang lebih pendek, namun harganya lebih murah untuk diproduksi dalam volume tinggi. Mereka juga bisa diaplikasikan pada berbagai bahan pendukung, sehingga OPV mampu menyajikan beragam kegunaan.

4.Konsentrasi photovoltaic
Konsentrasi PV adalah memfokuskan sinar matahari ke sel surya dengan menggunakan cermin atau lensa. Dengan memfokuskan sinar matahari ke area yang kecil, diperlukan sedikit bahan PV.

Bahan PV menjadi lebih efisien dalam konversi energi karena cahaya menjadi lebih fokus, sehingga efisiensi keseluruhan tertinggi diperoleh dengan sel dan modul CPV. Namun, bahan yang lebih mahal dan teknik pembuatan yang teliti menjadi tantangan.

Sekian dari pembahasan jenis dan bahan dari sel surya semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Thanks.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya


Pembangkit tenaga listrik surya merupakan pembangkit listrik yang mengubah energi surya (cahaya matahari) . Energi surya ini memanfaatkan  radiasi elektromagnetik  cahaya matahari yang dikonversikan oleh sel surya (sollar cell) yang akan menjadi energi listrik.

pemanfaatan tenaga surya telah dilakukan untuk mengurangi pemakaian energi fosil yang semakin tahun makin meningkat baik dari sektor listrik maupun dari sektor bahan bakar minyak (BBM).

Sel surya dibuat pertama kali pada tahun 1883 oleh Charles Fritts, Sel surya merupakan alat semi konduktor pengantar aliran listrik yang dapat mengubah energi surya meenjadi bentuk energi listrik .

Energi yang dihasilkan oleh sel surya berupa energi  listrik DC (Direct Curret) arus searah , untuk dapat menghasilkan listrik arus bolak balik atau AC (alternating current) maka diperlukan Inverter.

Untuk mendapatkan arus listrik yang besar maka sel surya perlu di gabungkan dengan sel surya yang lainnya,  hingga menjadi bentuk sebuah modul surya. Bila modul surya ini bila digabungkan dengan modul yang lainnya maka  akan membentuk sebuah panel surya.

Untuk mendapatkan energi yang lebih besar lagi panel surya dapat digabungkan lagi dengan panel surya lainnya, dan dihubungkan ke inverter,charger controller dan baterai makan akan menjadi pembangkit listrik tenaga surya atau di sebut PLTS atau disebut Photovoltaic Array.

Pembangkit listrik tenaga surya bisa dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung menggunakan photovoltaic yang mengubah secara langsung energi cahaya menjadi listrik menggunakan efek photoelektrik.

Dan secara tidak langsung yaitu dengan pemusatan energi surya dengan menggunakan lensa atau cermin untuk memfokuskan energi matahari ke satu titik panel surya.
PLTS terbilang energi terbarukan karna dapat diperbarui dan tidak bergantung dengan energi fosil yang persediaan yang terbatas.

Baca juga : Macam-Macam Jenis Energi

Sebagai negera khatulistiwa, tenaga surya telah dipandang sebagai sumber energi alternatif yang bersih dan ramah lingkungan. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan tambahan listrik sebesar 539,76 Megawatt berasal dari sumber energi baru dan terbarukan pada 2017.

Ada berapa pembangkit listrik tenaga surya yang sudah terpasang di indonesia diantaranya :

1. PLTS di Desa Oelpuah kecamatan Kupang tengah, Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas 5 MWp.
2. PLTS di Kabupaten Karangasem, Bali dengan kapasitas 1 MW.
3. PLTS di Kabupaten Bangli, Bali dengan kapasitas 1 MW.
4. PLTS di Pulau Medang, Sekotok, Moyo, Bajo Pulo, Maringkik, dan Lantung dengan kapasitas 900 kWp.
5. PLTS Morotai (Maluku Utara) dengan kapasitas 600 kWp.
6. PLTS di Pulau Gili Trawangan (NTB) berkapasitas 600 kWp.
7. PLTS Solor Barat (Kab. Flores Timur, NTT) dengan kapasitas 275 kWp.
8. PLTS Nule (Kab. Alor, NTT) dengan kapasitas 250 kWp.
9. PLTS Kabaena (Sulawesi Tenggara) dengan kapasitas 200 kWp.
10. PLTS Pura (Kab. Alor, NTT) dengan kapasitas 175 kWp.
11. PLTS di Pulau Gili Air (NTB) dengan kapasitas 160 kWp.
12. PLTS Raijua (Kabupaten Sabu Raijua, NTT) dengan kapasitas 150 kWp.
13. PLTS Pulau Panjang (Maluku) dengan kapasitas 115 kWp.
14. PLTS Manawoka (Maluku) dengan kapasitas 115 kWp.
15. PLTS Kelang (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
16. PLTS Banda Naira (Maluku) (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
17. PLTS Tioor (Maluku) (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
18. PLTS Kur (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
19. Kisar (Maluku) dengan kapasitas 100 kWp.
20. PLTS Wetar (Maluku) dengan total kapasitas 100 kWp.
21. PLTS Pulau Tiga (Maluku) dengan kapasitas 75 kWp.
22. PLTS di Pulau Gili Meno (NTB) dengan kapasitas 60 kWp.

Kelebihan  dari  PLTS :
Mengurangi biaya listrik dalam jangka panjang
Tidak bergantung dengan energi fosil seperti batubara
Ramah lingkungan dan Mengurangi pemanasan global polusi dll.
Tidak akan pernah habis.

Kekurangan dari PLTS :
1. Membutuhkan biasa investasi yang Mahal .
2. Membutuhkan lahan yang luas.
3. Bergantung denga panas matahari.
4. Tidak dapat gunakan pada malam hari, (harus menggunakan baterai).

Sekian pembahasan pembangkit listrik tenaga surya kali ini, Terima Kasih.